Saya pulang ke kampung membantu usaha mereka.
Nah ini yang akan menjadi sumber masalah.
Sistem kekeluargaan gak jelas!!!!
Si suami itu sebenarnya jago IT. Hanya saja dia pemalas. Setiap hari dia lebih banyak di kamar ketimbang di warnet. Dia ke warnet cuma untuk ngecek doang like a boss.
Kakak dan saya yang jaga. Kakak bilang suaminya ini cemburuan. Jadi Kakak harus pakai gamis+cadar setiap hari. Aneh banget! Katanya sayang. Istri kok disuruh nyari nafkah sementara dia cuma tidur-tidur setiap hari.
Jadi setiap hari kami berdua kerja di warnet. Ibu jaga anak Kakak. Kami bekerja tanpa lelah dan penuuh target(sampe ngerjain tugas-tugas makalah anak sekolah dll). Harus bisa nyicil hutang, harus bisa memenuhi kebutuhan pokok dan harus ada simpanan. Akhirnya ini adalah tahun yang cukup membahagiakan karena hutang 40 juta tsb telah lunas nas! Huaahhh! Lega! Sisa tabungan kami gunakan untuk membuka usaha fotocopy.
Maka dari itu, Kakak meminta sang tuan agung (suaminya) untuk jaga berdua di warnet dan saya yang jaga fotocopy.
Tapi dia tidak mau. Selaluuu aja ada alasannya. Lagi asam urat, lagi sakit kepala, lagi sesak, dll.
Padahal makannya lahap-lahap aja sih. Bahkan kalau Kakak sudah selesai kerja, dia akan memanggil ke kamar. Kakak sudah malu kepada kami. Si suami kuat nafsu. Kakak cerita ke saya. Banyak fetishnya.. Asu.. Gak tau istri capek abis kerja.
Nah saya ribut dengan dia waktu dia berkata semua usaha itu adalah miliknya. Karena modal awal dari keluarganya.
Heloooooowwwww… yang bayar kan gw dan Kakak? Lu cuma ongkang-ongkang kaki dan minta jatah. Kontribusi lu apaaaaa.
Dia tetap gak terima.
Lalu saya bilang. Ya udah kalau gitu keluarin gaji saya dan Kakak. Hitung aja semuanya selama puluhan bulan ini. Keluarin semuanya. Dia tetap gak terima. Katanya kan semuanya udah habis buat kebutuhan kami sekeluarga. Padahal cuma buat makan istri dan anaknya juga. Paling tambahan jajan sekolah dua orang adik saya.
Gak habis pikir. Asliii.. Saya sih udah ga segan sama dia sedikit pun. Saya cuma kasihan ponakan dan Kakak. Kakak kayaknya bucin juga. Tipe orang yang baru pertama kali mengenal cinta. Apalagi si suami bapak dari anaknya. Mungkin akan berat. Tapi Kakak harus berani mengambil langkah.
Tenang. Warnet itu semuanya di tanah kami. Hasil modifikasi dapur rumah. Dia tidak punya hak apa-apa.
Apa saya salah?
Saya hanya tidak mau Kakak diinjak-injak lebih lama. Mumpung cuma ada 1 anak.