
Yono justru tidak mencari Jacan. Dia kembali begging ke istrinya (Saya kurang tahu dia diterima apa tidak). Dia juga tahu bahwa Jacan di rumah saya dan dia cuek saja. Kami sekeluarga sayang kepada Jacan. Entah mengapa saya sayang banget. Jacan tidak palsu dan dia juga rajin. Dia membantu usaha chatering kami. Dia bisa handle 5 macam masakan dalam sehari. Udah gitu makanannya enak banget! Mama akhirnya rutin memberi gaji kepada Jacan. Meskipun Jacan menolak dan berkata dia cuma bantu-bantu karena menumpang di rumah kami. Mama tidak mau. Karena dia tidak hanya sekedar bantu-bantu. Dia benar-benar bekerja sampai keringatan! FYI, usaha chatering kami adalah satu-satunya di kampung. Bayangkan betapa lakunya.
Setelah dipaksa Jacan mau menerima uang kami dan mengirimkannya untuk anaknya. Sejauh ini kami hidup dalam damai saja. Tidak ada masalah.
Lalu tadi malam terjadi keributan tidak terduga.
Saya mengajak Jacan refreshing sedikit. Ada acara pesta kawinan di kampung saya. Jadi saya pinjamkan baju kemeja saya (agak fit body karena badan Jacan lebih bongsor dari saya). Lalu kami menonton acara tsb. Di tempat acara itu banyak yang menyapa Jacan. Ternyata teman-teman satu kampung Jacan. Mereka datang dari kampung Jacan hanya untuk menonton acara orgen tunggal tsb. Maklum yah namanya juga tinggal di kampung. Haus hiburan. Mereka ngobrol basa-basi. Merka juga kepo kok Jacan ada di sini bukannya lagi sibuk sama usaha rumah makan? Untung Jacan pinter ngeles.
Nah lagi ngobrol-ngobrol tau-tau ada yang narik Jacan. Itu Yono! Dia langsung ngatain Jacan murahan mau-mau aja digeromblin laki-laki. Padahal ada saya dan beberapa perempuan juga di sana (istri pria sekampung Jacan). Memang posisinya kami hanya 3 cewek dan 6 cowok. Tapi kan cuma ngobrol di tempat terang. Tidak mojok atau ngapain jugak.
Yono ngatain style Jacan macam perek.
Yono nunjuk-nunjuk saya lalu bilang ke Jacan, " Kamu tau gak kenapa dia mau ngajak kamu? Itu buat mancing-mancing laki-laki. Syukur-syukur ada yang mau juga sama dia juga".
Mana dia ngomong gitu dengan suara keras menyaingi musik organ tunggal disaksikan oleh banyak orang.
Saya menarik tangan Jacan lalu kami berlari ke arah rumah saya sambil teriak-teriak ngatain si Yono.
"Tua bangka aku gak mau lagi sama kau", kata Jacan.
"Ingat umur woi tua bangka! Urusin dulu anak-anak kamu baru sok-sok an nikah sama yang muda". Kata saya.
Pokoknya kita lari sambil teriak-teriak ngumpatin dia. Dia juga gak ngejar ternyata. Kita saja yang ketakutan.
Karena kejadian semalam saya bertekad ingin menjodohkan Jacan dengan orang yang mapan dan bertanggung jawab.
Anyone? Jika ada silakan berkomentar dan saya akan japri kalian. Tapi mohon identitas saya jangan disebarkan. Mungkin kalian bisa mengenal Jacan dulu. Saya meminjaminya HP android saya yang sudah tidak terpakai. Saya ingin Jacan tahu bahwa dia berharga. Dia merasa sekali jadi janda maka hancur sudah harapannya. Dia tidak sadar betapa cantik dan pekerja kerasnya dia :')